Manusia
Aku cuma takut, jika pada akhirnya, semua yang dianggap hanya sebuah keagungan kata, menjadi kenyataan. Apakah kamu akan tertawa?
Dan puasa adalah suatu jenis tegangan yang radikal dalam keberlangsungan dinamika kemanusiaan yang berciri intelektual, penuh pengembaraan, penuh dilema pilihan-pilihan, serta dicakrawalai oleh kerinduan kekal terhadap inovasi-inovasi ke depan. Alam tidak membutuhkan puasa untuk memperoleh produk puasa, sedangkan engkau sungguh-sungguh memerlukannya agar tidak terjebak oleh tumpukan-tumpukan isi dunia yang tak membawamu ke mana-mana serta tak bisa kau bawa ke mana-mana.
♥
© Liz Climo
<3
Source: lizclimo
‘Aku suka ujan’
‘Lha kog tiba-tiba ngomong gitu?’
‘Di luar ujan bego. Mas, aku pengen ujan-ujanan. :D ‘
‘Ntar sakit lagi’
‘Tinggal ke dokter lah :p’
‘Yee, ni anak dibilangin ngeyel aja’
‘Lagian mas, jarang ada orang yang sakit abis sengaja ujan-ujanan. Yang sakit itu yang gak pernah bisa nikmatin ujan, yang kalo ujan dateng bisanya ngedumel, “sial, belom juga nyampe rumah udah ujan aja” atau gak “yaaah, ujan”. Kualat mereka, mas’
‘Kalo orang sakit itu kan karna badan mereka capek, bukan kualat sama ujan lah’
‘Hahaha iya iya, bukan karna kualat sama ujan, tapi tau gak mas, 80% orang sakit itu sebabnya bukan karna kondisi badannya, tapi lebih karna pikirannya’
‘gila gitu maksud kamu?’
‘ya enggak lah. maksudnya there’s something wrong with their mind, lagi banyak pikiran, stress, semacam macam itulah yang bikin kondisi tubuh turun. Ada sesuatu yang harus mereka utarakan dari pikiran mereka, tapi buntu, mereka gak bisa mengungkapkan hal itu. jadinya ngendep deh.
‘hmm, jadi istilahnya your mind controls your body?. hehe bahasa inggrisku kacau ya? :p’
‘nah, itu poinnya mas. sakit bisa karna pikiran, sembuh juga bisa karna pikiran kita sendiri. :D’
‘ya ya, got it. Jadi, masih mau ujan-ujanan gak? mumpung masih ujan tuh’
‘masih laaaaaaah :D’
……………………………………………………………….
Mah, semalem aku mimpiin adek lagi.
Oke, ini random banget ngepost ginian, tapi isinya bagus, baru nemu di internet
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?
Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”
Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)” Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”
Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan?
Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa inilah yang terbaik, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”
Gurunyapun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”
life’s like a box of chcocolate, you’ll never know what you’ll get.
(via ilhamsas)
Source: gulpinswalot
uwooooooooohhhhhhh !!!!
Kata yang terluncur dengan keras setelah selesai menonton film serial ini. The Newsroom, film serial yang mengambil setting dunia broadcasting America ini berhasil membuat saya mencurahkan mata, telinga, dan mulut selama satu jam (per episode) untuk mencerna apa yang mereka bicarakan dan apa yang saya makan sepanjang serial ini berlangsung.
Serial ini bercerita tentang Will Mcacvoy (yang diperankan oleh Jeff Daniels) seorang news anchor dari ACN, yang baru pulang setelah forced vacation-nya, dipaksa bekerja bersama sang Executive Produser baru, McKenzie (Emily Mortimer) yang juga merupakan mantan istrinya. Kenzie mendapatkan posisi tersebut setelah EP lama (John Gallagher JR) dan beberapa staff memutuskan untuk pindah ke acara yang lain. Kalian akan disuguhkan cerita-cerita dibalik layar broadcaster-broadcaster ini dalam membuat sebuah berita sampai menyajikannya di dalam layar kaca. Lengkap dengan masalah-masalah pribadi yang melingkupi sampai dengan ke intrik-intrik dunia politik Amerika pada saat itu.
Selain itu film ini juga dibintangi oleh Alison Pill, Thomas Sadoski, Olivia Munn, Sam Waterston dan Dev Patel (the one-million-dollar-man) ;)
Salah satu kekuatan yang saya sukai dari film serial ini adalah dialognya. percakapan yang intens sepanjang film, membawa irama tersendiri untuk serial ini. They are debating all the time. Yes, literally. Persiapkan diri anda baik-baik untuk menyimak dialog khasnya yang cepat dan cermat. Orang dibalik dialog semacam itu adalah Aaron Sorkin. Ya, screenwriter dibalik The Social Network dan Moneyball.
Jadi, siapkan fisik dan cemilan anda untuk menonton film serial ini. serta hati untuk menahan keseksian aksen British dari Emily Mortimer.
selamat menonton.
:D

sebagian dari kita lebih sering melebih-lebihkan urusan dunia, dan mengecil-ngecilkan urusan akhirat yang sebetulnya lebih besar. - Khotbah Jumat
it’s a Shamy !!
XD
source: 9gag
Source: kappachan
loading tweets…